Tampilkan postingan dengan label Mutiara Hikmah. Tampilkan semua postingan

Menjaga Mulut

بـــسم الله الرحمن الرحيم

Sudah sering kita mendengar nasihat dari para ulama dalam ceramah-ceramah mereka, tentang pentingnya menjaga perkataan atau lesan kita. Salah satu nasihat tentang menjaga lesan atau mulut yang populer adalah:

سلامة الإنسان في حفظ اللسان
Salaamatul insaan fii hifdhzil lisaan..
"Selamatnya manusia itu tergantung dari (bagaimana ia menjaga) mulutnya.."

dalam hadits shahih, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam :

من كان يؤمن بالله واليوم الاخر، فليقل خيرا أو ليصمت

Man Kaana yu`minu billaahi wal yaumil aakhir, fal yaqul khoiron au liyashmut..
"Barang siapa yang beriman pada Alloh dan beriman pada hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau (kalau tidak) diamlah (saja).." (HR. Bukhori dan Muslim dari Abu Huroiroh ra.)

Sungguh peran lisan amat sangat penting, bahkan dari wasiat (hadits) Rasululloh shallallahu 'alaihi wasallam yang lain menunjukkan bahwa dengan lisan seorang akan mendapat derajat yang tinggi dan karunia yang agung di sisi Alloh, namun dengan lisan pula manusia dapat jatuh tersungkur ke dalam jurang kehinaan.



Berikut pesan beliau:

إنّ العبد ليتكلّم بلكلمة من رضوان الله لا يلقي لها بالا يرفع الله بها درجات، وإنّ العبد ليتكلم بالكلمة من سخط الله لا يلقي لها بالا يهوي بها في جهنّم

Innal 'abda liyatakallamu bilkalimati mir ridwaanillahi laa yulqii laha baalan, yarfa'ulloohu bihaa darojaatin, wa innal 'abda bilkalimati min sakhotillahi laa yulqii laha baalan yahwii bihaa fii jahannam..
"Sesungguhnya apabila seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang diridhoi Alloh (meskipun) dia (hamba) tidak begitu memperhatikan ucapannya tadi, maka dengan sebab ucapannya tadi Alloh mengangkat derajatnya, dan apabila seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang dimurkai Alloh (meskipun) dia (hamba) tidak begitu memperhatikan ucapannya, maka dengan sebab ucapannya tadi Alloh melemparkan-nya (hamba) ke dalam neraka jahannam." (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim).

Subhanalloh, begitu dahsyat efek dari perkataan yang keluar lewat lisan kita. Marilah sobat mula sekarang kita benar-benar berhati-hati dalam bertutur kata. Kita ingat lagi nasihat beliau Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam :

من صمت نجا
Man shomata najaa..
"Siapa yang diam, (niscaya akan) selamat.."

Sekian sobat, semoga Alloh senantiasa menjaga hati, lesan dan perbuatan kita menuju amalan yang di-ridhoi-Nya, aamiin..

BERLAKULAH LEBIH MANJA KEPADA TUHAN


Sahabat saya yang baik hatinya,

Katakanlah tiga 'Ya,'

Apakah Tuhan Maha Kaya?
Apakah Tuhan Maha Pemurah?
Apakah Tuhan mendengar SEMUA permintaan?

Jika Anda katakan YA untuk semua itu, lalu

MENGAPAKAH ANDA HANYA MEMINTA YANG KECIL-KECIL?

Hanya kepadaNya kita menyembah,
dan hanya kepadaNya kita memohon pertolongan.

BERLAKULAH LEBIH MANJA KEPADA TUHAN.

Mintalah yang besar, upayakanlah yang besar,
dan pantaskanlah diri untuk menerima yang besar.

Mario Teguh - Loving you all as always

____________________
Sumber: Status Mario Teguh

BUKTI TUMBUHAN PUN BERTASBIH

Bismillahir-Rahmanir-Rahim.


Pada sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of plant Molecular Biologist, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak biasa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.


Para ilmuwan selama hampir 3 tahun meneliti fenomena yang mencengangkan ini berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhahiyah) dengan sebuah alat yang bernama Oscilloscope. Akhirnya para ilmuwan tersebut bisa menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik.


Prof. William Brown yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahwasanya tidak ada penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut. Padahal seperti diakui oleh sang professor bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian mereka kepada universitas-universitas serta pusat-pusat kajian di Amerika juga Eropa, akan tetapi semuanya tidak sanggup menfsirkan fenomena itu bahkan semuanya tercengang tidak tahu harus berkomentar apa...


Pada kesempatan terakhir, fenomena tersebut dihadapkan dan dikaji oleh para pakar dari Britania, dan diantara mereka ada seorang ilmuwan muslim yang berasal dari India. Setelah 5 hari mengadakan mengadakan penelitian dan pengkajian ternyata para ilmuwan dari Inggris tersebut angkat tangan. Sang ilmuwan muslim tersebut mengatakan: "Kami umat Islam tahu tafsir dan makna dari fenomena ini, bahkan semenjak 1400 tahun yang lalu".


Maka para ilmuwan yang hadir pun tersentak dengan pernyataan tersebut, dan meminta dengan sangat untuk menunjukkan tafsir dan makna dari kejadian itu.
Sang ilmuwan muslim segera menyitir firman Allah:
"....Dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya,tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun" (QS.Al-Israa': 44)


Tidaklah suara denyutan itu melainkan lafadz jalalah (nama Allah Azza wa Jalla) sebagaimana tampak dalam layer (Oscilloscope) .Maka keheningan dan keheranan luarbiasa menghiasi aula dimana para ilmuwan muslim tersebut berbicara.


SubhanalLaah, Maha Suci Allah! Ini adalah salah satu mukjizat dari sekian banyak mukjizat agama yang haq ini!! Segala sesuatu bertasbih menggunakan nama Allah Jalla wa 'Ala. Akhirnya orang yang bertanggung-jawab terhadap penelitian ini, yaitu Prof. William Brown menemui sang ilmuwan muslim untuk mendiskusikan tentang agama yang dibawa oleh seorang Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) sebelum 1400 tahun lalu tentang fenomena ini. Maka ilmuwan tersebut pun menerangkan kepadanya tentang Islam, setelah itu ia menghadiahkan alQur'an dan terjemahnya kepada sang professor.


Selang beberapa hari setelah itu, professor William mengadakan ceramah di universitas Carnich - Miloun, ia mengatakan: "Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah didalam alQur'an. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan "Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq melainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya"


Sang professor ini telah mengumumkan Islam nya dihadapan para hadirin yang sedang terperangah.


Allahu Akbar !! Kemuliaan hanyalah bagi Islam, ketika seorang ilmuwan sadar dari kelalaiannya dan mengetahui bahwa agama yang haq ini adalah agama Islam.

___________________________________
Sumber : Dikutip dari Majalah QIBLATI edisi no. 11 tahun 2006/1427 H

Kita Akan Menuai Apa Yang Kita Tanam


Jika anda menanam amanah, maka anda akan menuai kepercayaan.
Jika anda menanam kebaikan, maka anda akan menuai persahabatan
Jika anda menanam tawadhu’ (kerendahan hati), maka anda akan menuai penghormatan
Jika anda menanam rasa hormat, maka anda akan menuai kemuliaan
Jika anda menanam kesungguhan, maka anda akan menuai kesuksesan
Jika anda menanam keimanan, maka anda akan menuai ketenangan
Jika anda menanam kebohongan, maka anda akan menuai bencana
Sebuah kisah teladan menarik yang perlu kita simak, saya hadirkan bagi sobat cinta semua, langsung dari sumbernya.....

Pada suatu hari, seorang pemilik perusahaan ternama dan sekaligus sebagai presiden direkturnya yang sudah berusia lanjut tiba-tiba muncul di kantornya sekitar jam 07.00pagi.

Para pimpinan dan karyawan perusahaan tersebut terkejut karena tidak biasanya sang Bos datang ke kantor sepagi itu. Biasanya ia hadir paling cepat setelah waktu zuhur atau makan siang. Itupun tidak setiap hari. Paling hanya tiga atau empat hari sepekan.

Semua yang meilihat kedatangan sang pemilik perusahaan tersebut bertanya-tanya dalam diri : Ada apa gerangan? Pasti ada sesuatu yang amat penting yang terjadi. Namun tak seorangpun yang dapat menerka apa sesugguhnya yang terjadi atau apa yang ada dalam benak kakek sang milyuner itu.

Di pagi yang cerah itu, ternayata beliau membawa sebuah gagasan besar yang tergolong berani. Gagasan tersebut bahwa ia telah memutuskan untuk mundur memimpin perusahaan yang ia bangun sendiri dan pimpin sejak 30 tahun lalu. Yang menarik lagi ialah, ia tidak mau menyerahkan kepemimpinan perusahaannya kepada anak-anaknya, karena takut tidak dikelola secara professional.

Keputusan itu ia ambil setelah melihat perusahaan-perusahaan yang dikelola oleh generasi kedua, rata-rata hancur, kecuali sedikit yang sukses. Hal tersebut disebabkan karena anak atau generasi kedua tidak merasakan betapa sulitnya membangun sebuah usaha sehingga tidak memahami seluk beluknya secara detail. Ditambah lagi, biasanya, anak-anak orang kaya merasa tinggi hati karena sejak lahir sudah hidup sebagai anak orang kaya dan dihormati banyak orang.

Keputusan tersebut dianggap banyak orang sebagai keputusan kuno, namun sang kakek kaya itu tetap dengan pendiriannya, kendati sudah dinasehati sebelumnya oleh bebrapa sahabatnya. Ia berpendapat, biarlah hasil perusahaan ini akan menjadi warisan bagi keturunannya kelak. Untuk itu, perusahaan harus selalu dalam kondisi yang kuat dan stabil. Anak-anaknya ia motivasi dan bantu membangun bisnis sejak dari awal sehingga memahami betapa sulitnya merintis sebuah bisnis itu.

Dengan demikian, mereka akan merasakan dan menghormati jerih payah orang tuanya dan para karyawan yang setia mendampinginya sejak perusahaan tersebut dirintis 30 tahun silam.

Walhasil, setelah duduk sekitar setengah jam di ruangannya yang asri dan dipenuhi lukisan ayat-ayat Al-Qur’an itu, ia memanggil sekretarisnya agar memberitahukan kepada para manager, general manager (GM) dan segenap pimpinan lainnya untuk masuk ke ruang rapat jam 08.00 tepat, karena ada hal yang amat penting yang akan ia sampaikan. Mendengar pesan tersebut, sang sekretaris tentu merasa dag dig dug juga sambil berfikir keras apa gerangan yang akan disampaikan sang Bosnya.

Saat jarum Jam menunjukkan jam 08.00, dengan tenang sang kakek kaya itu keluar dari ruangnya dan menuju ke ruang pertemuan yang terletak tidak jauh dari ruangannya. Saat masuk ruang rapat, ia mengetuk pintunya dengan halus sambil mengucapkan salam : Assalamu alalikum! Semua yang hadir serentak menjawab : Waalaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh…

Setelah duduk, sang kakek menympaikan ucapan permohonan maafnya atas undangan rapat yang mendadak itu, kemudian ia menjelaskan tujuan undangan rapat tersebut sebagai berikut :

Saudara-saudara yang dirahmati Allah dan yang saya cintai. Tiba saatnya saya mengundurkan diri dari jabatan sebagai Direktur Utama di perusahaan ini. Saya akan memilih di antara kalian yang akan menggantikan posisi yang cukup berat ini. Saya yakin, berdasarkan pengamatan saya selama ini, kalian semua pantas dan mampu menerima amanah yang akan saya berikan. Pasti di antara kalian ada yang terbaik. Maka siapa di antara kalian yang terbaik, maka dialah yang akan saya kukuhkan sebagai pengganti saya.

Semua yang hadir terlihat kaget dan kebingungan mendengarkan pernyataan dan keterangan Bos mereka. Sungguh tidak pernah mereka duga betapa hebatnya sang pemimpin mereka dan jarang mereka mendengar kasus seperti itu. Merekapun harap-harap cemas.

Berharap terpilih dan pada waktu yang sama juga merasa gamang kalau sekiranya benar-benar terpilih menjadi pimpinan tertinggi perusahaan yag cukup besar tersebut, karena belum pernah terbayang sebelumnya.

Kemudian sang pemilik perusahaan tersebut melanjutkan pembicaraannya : Sekarang kita berada pada akhir tahun hijiriyah, bulan Zulhijjah. Saya akan melakukan tes terhadap semua yang hadir di raungan ini, tanpa melihat posisi dan jabatan.

Karena saya yakin kalian semua adalah calon-calon pemimpin yang layak untuk memimpin perusahaan ini. Tes yang akan saya berikan sangat sederhana. Nanti di awal tahun depan, yakni tepatnya tanggal 1 Muharam, kita berkumpul lagi di tempat ini pada jam yang sama. Saat itu saya akan menilai siapa yang terbaik di antara kalian yang akan saya kukuhkan menjadi pimpinan perusahaan ini.

Adapun tes yang akan kalian jalankan ialah, bahwa setiap yang hadir di sini akan saya berikan satu benih tanaman yang sudah saya siapkan. Benih tersebut kalian bawa pulang, kemudian ditanam di rumah masing-masing dan dirawat bersama istri dan keluarga. Tanaman siapa yang paling baik, paling subur dan yang paling tinggi, maka dialah yang berhak menjadi pemimpin perusahaan ini. Nanti pada tanggal satu Muharram, pada jam yanga sama dengan sekarang masing-msing kalian membawa hasil tanamannya.

Di antara yang hadir, ada seorang manager muda bernama Karim. Seperti rakan-rekannya yang lain, Karim-pun membawa pulang benih yang diberikan sang pemilik perusahaan tempat ia bekerja. Sesampai di rumah, ia menceritakan meeting mendadak dengan Bosnya tadi kepada istrinya. Istrinya sangat terharu sambil berharap semoga suaminyalah yang terpilih kelak menjadi pimpinan perusahaan itu.

Istrinya segera menyiapkan temapat penyemaian benih tersebut, lalu mengambil tanah yang terbaik dari belakang rumahnya. Bahkan dia segera ke tempat penjualan perlengkapan pertanian di daerahnya tinggal dan membeli pupuk secukupnya. Sepasang suami istri ini setiap hari mengamati perkembangan yang terjadi pada tanamannya. Namun sayang, benih yang ditanam tak kunjung tumbuh.

Hari berganti hari, pekan berganti pekan. Tidak terasa mereka sudah berada pada pekan ketiga. Setiap bertemu dengan teman-teman yang hadir dalam meeting mendadak tersebut, Karim merasa minder karena tidak ada info membanggakannya. Teman-temannya yang lain pada semangat bercerita bahwa tanaman mereka sudah tumbuh dengan baik dan bahkan ada yang dengan bangganya mengatakan bahwa tanamannya sudah setinggi lututnya. Karim tetap saja diam dan bahkan terlihat sedih.

Akhirnya, sampailah waktu yang dijanjikan. Tanggal satu Muharrampun tiba. Setelah pulang salat subuh dari masjid dekat rumahnya, ia berkata pada istrinya bahwa ia tidak akan masuk kantor karena malu dan tidak ada yang bisa ia perlihatkan pada Bosnya. Kenapa? Benih yang diberikan sang Bos tak kunjung tumbuh, apalagi sampai setinggi lutut, seperti cerita salah seorang temannya.

Mendengar pernyataan itu, istrinya mencoba meyakinkan suaminya bahwa ia harus pergi ke kantor hari ini kendati tidak membawa tanaman yang sdah tumbuh dengan subur. Lalu istrinya berkata : Biarlah teman-teman bapak membawa tanamannya yang subur itu.

Bapak harus jujur kalau ditanya Bos nanti katakan saja yang sebenarnya bahwa kita sudah bekerja maksimal, kendati hasilnya tidak seperti apa yang diharapkan. Bapak harus bangga membawa kejujuran kemana-mana, ucap istrinya.

Mendengar nasehat sang istri, Karim memberanikan diri berangkat ke kantornya hari itu, kendati hatinya was-was dan khawatir tidak akan bisa bicara apa-apa saat pertemuan dengan sang Bosnya nanti.

Sesampai di kantor, Karim segera menuju ruang pertemuan yang telah disepakati. Karim semakin tak berkutik saat melihat tanaman teman-temanya sangat subur dan bahkan ada yang setinggi lutut, kendati umurnya baru satu bulan.

Dengan tenang Karim meletakkan wadah tempat penyemaian benih dengan tanah yang ada di dalamnya, kendati tidak tampak sedikitpun tanda-tanda kehidupan di dalamnya. Tentu saja semua mata yang hadir tertuju kepada wadah yang dibawa Karim sambil keheranan.

Bahkan ada yang berkomentar sinis : Mana tanamannya? Dimakan kambing kali? Namun Karim tetap tenang dan tidak melayani komentar mereka sedikitpun, kendati ia merasakan badannya sedang panas dingin.

Tak lama kemudian, pada jam 08.00 tanggal satu Muharram, sang Direktur Utama masuk ruangan sambil mengucapkan salam : Asalamu alalaikum! Semua serentak menjawab :

Walaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh…

Kemudian ia melanjutkan pembicaraannya : Saudara-saudara sekalian, saya sangat bahagia melihat tanaman yang kalian bawa. Dari benih yang saya berikan sebulan yang lalu. Kalian berhasil menanam dan merawatnya dengan baik sampai menjadi seperti ini.

Sungguh sangat membanggakan. Pada hari ini saya akan menetukan siapa di antara kalian yang paling terbaik yang akan saya jadikan sebagai Direktur Utama yang akan menggantikan jabatan saya.

Mendengar pujian sang pemimpin tersebut semua mereka menampakkan di wajah mereka tanda kegembiraan dan senyuman. Di antara mereka ada yang bertakbir : Allahu Akbar…. Alllahu Akbar… Allahu Akbar.. Kecuali Karim, duduk di belakang sambil negalamun dan bersedih hati.

Dalam suasana gembira tersebut tiba-tiba sang Pemilik perusahaan itu melihat salah seorang managernya yang bernama Karim duduk di belakang sambil terlihat di wajahnya perasaan sedih dan malu. Ia berbisik dengan sekretarisnya sambil meminta Karim menghadapnya sekarang juga. Setelah sekretaris tersebut menyampaikan pesan Presiden Direkturnya, Karim terperanjat dan pucat sambil berkata dalam dirinya : Tamat sudah karirku di perusahaan ini.

Setelah Karim menghampiri sambil mengucapkan salam, sang Direktur Utama mempersilahkan Karim duduk di samping kursinya dan meminta untuk memperlihatkan kepada teman-temannya wadah yang hanya berisi tanah dan tak ada tanaman sama sekali.

Teman-teman Karimpun memberikan sikap yang beragam. Mereka semua berdiri sambil mata mereka tertuju pada wadah yang diperlihatkan Karim. Ada yang mencibirkannya. Ada pula yang berkata : Mana tanamannya? Dimakan kambing kali ye? Kata mereka, sambil menunjukkan jari ke arah wadah yang dibawa karim.

Suasana menjadi sedikit gaduh. Sang pemilik perusahan diam tampa berucap sepatah katapun. Perasaan Karim semakin tak menentu. Sedih, malu dan bercampur marah. Namun demikian, Karim tetap bisa menahan emosinya dan samabil berkata dalam hatinya : Inilah saya…

Setelah beberapa saat, sang pemilik perusahaan angkat bicara ; Saudara-saudara sekalian. Dimohon semuanya duduk ditempat masing-masing. Saudara Karim, silahkan sekarang Anda beridiri. Saya akan menyampaikan sesuatu yang sangat penting seperti janji saya sebulan yang lalu.

Setelah menimbang dan mengamati hasil tes yang saya berikan kepada kalian, maka dengan ini saya putusakan yang akan menjadi pimpinan kalian mulai hari ini adalah teman kalian yang berdiri di samping saya ini; saudara Kaaariiiim…

Semua yang hadir merasa terpukul dan bertanya-tanya; kenapa Karim yang dipilih? Padahal dia tidak membawa tanaman, kecuali hanya wadah dan tanah yang ada di dalamnya. Bukankan dia typical manager yang gagal? Banyak lagi komentar sinis lainnya yang bermunculan..

Kemudian sang pimpinan melanjutkan pembicaraannya : Tahukah kalian, bahwa semua benih yang saya berikan kepada kalian sebulan yang lalu adalah bibit yang rusak, dan tidak mungkin bisa tumbuh, apalgi menjadi besar seperti yang kalian perlihatkan hari ini.

Kesimpulan saya, Karim adalah tipical pemimpin yang jujur. Sebab itu, pada hari ini, saya tetapkan ia menjadi Direktur Utama yang akan menggantikan posisi saya dan yang akan bertanggung jawab penuh menjalankan perusahaan ini ke depan.

Sebelum menutup meeting kita hari ini, saya mengucapkan terima kasih pada kalian semua dan saya ingin memberikan sedikit nasihat untuk menjadi bekal hidup kalian semasa menjalankan kehidupan dunia ini :

  • Jika anda menanam amanah, maka anda akan menuai kepercayaan.
  • Jika anda menanam kebaikan, maka anda akan menuai persahabatan
  • Jika anda menanam tawadhu’ (kerendahan hati), maka anda akan menuai penghormatan
  • Jika anda menanam rasa hormat, maka anda akan menuai kemuliaan
  • Jika anda menanam kesungguhan, maka anda akan menuai kesuksesan
  • Jika anda menanam keimanan, maka anda akan menuai ketenangan
  • Jika anda menanam kebohongan, maka anda akan menuai bencana

Sebab itu, berhati-hatilah! Apa yang anda tanam hari ini, pasti di suatu saat nanti anda akan menuainya sendiri..

________________________________________________________
Sumber : www.eramuslim.com
Gambar : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=219094841490549&set=at.219086771491356.53478.153300751403292.1826342764&type=1&ref=nf

AKU rindu kepadanya, rindukah ia kepada-KU ?

Ada seorang hamba Allah, beliau rajin sholat malam dan bermunajat, berkhalwat dengan AL-KHOLIQ. Setiap malam dari kedua matanya yang memerah karena menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan. Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya, tak kunjung jua permintaan beliau dikabulkan oleh Allah. Permintaannya (diantaranya) adalah agar segera diangkat kemiskinan yang menjadi selimut kehidupannya selama ini, keluarganya sering sakit-sakitan, setiap hari ia keluar untuk berusaha memperoleh rizki Allah tapi tidak tampaklah dilapangkan rizqi itu untuknya.

Padahal dahulu, KETIKA IA MASIH BEKERJA MENJADI PETUGAS BEA CUKAI UANG DAN KESENANGAN ADALAH KAWAN AKRAB. Hingga suatu saat ia mendengarkan ceramah yang menjelaskan bahwa penyelewengan yang sering ia lakukan selama ini adalah Haram dan tidak membawa keberkahan, kelak penyelewengan ini akan berhadapan dengan hukum Allah yang tidak bisa dibantah lagi di akhirat. Bergetar hatinya, masuklah hidayah Allah atasnya.

Sejak itu tidak pernah lagi ia melakukan perbuatan tersebut, semakin rajin ia melakukan sholatul Lail mengadukan nasibnya hanya kepada ALLAH, agar diberikan harta yang halal dan rizqi yang lapang dalam menghidupi hidup ini.

Namun berangsur-angsur seakan terkena kualat (karena meninggalkan perbuatan haram itu) PENGHASILANNYA SEMAKIN MENURUN, BELIAU SEKELUARGA SERING SAKIT DAN MENJADIKAN BADANNYA YANG SEHAT MENJADI KURUS, ANAK SATU-SATUNYA MENINGGAL SETELAH MENJALANI PERAWATAN SELAMA BEBERAPA MINGGU DIRUMAH SAKIT.

Sampai saat itu ia masih bersabar, tak pernah terucap dari mulutnya kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa hidupnya. Malahan menjadikannya semakin sering dan khusyu ia mendekatkan diri kepada Allah. Dan malang yang tidak kunjung padam terhadapnya, korupsi yang dahulu ia lakukan bertahun silam terungkap, maka ia dan beberapa orang rekannya terkena pemecatan dengan tidak hormat. Subhanallah, semakin berat rasanya hidup ini baginya. Tambah satu kalimat panjang di malam harinya ia mengadu kehadapan Rabbnya,menangis dan perih rasa batinnya. Dalam sedihnya ia berdoa, selalu ada bisikan lirih di hatinya, "Apa yang engkau harapkan itu dekat sekali, bila engkau bertaqwa !". Setiap mendengar bisikan itu, timbul semangatnya. Kini setelah ia dipecat, ia berdagang. Baginya dagang yang tidak pernah untung, hutang yang semakin bertumpuk, musibah yang seakan tidak berujung. ".. ahhhhh".


Setelah puluhan tahun kedepan sejak ia dekat dengan Allah setiap malamnya,tidak juga merobah hidupnya. Sejak puluhan tahun ia mendengar bisikan diatas, tidak juga tampak yang dijanjikan-NYA. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaithon. Hingga beliau berkesimpulan, tampaknya Allah tidak ridho terhadap doanya selama ini. Maka pada malam harinya, ia berdoa kepada Allah : "WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM DAN SIANG, YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN DIRIKU YANG SEMPURNA INI. KARENA ENGKAU TIDAK MENGABULKAN PERMINTAANKU HINGGA SAAT INI, MULAI BESOK AKU TIDAK AKAN MEMINTA DAN SHOLAT LAGI KEPADAMU, AKU AKAN LEBIH RAJIN BERUSAHA AGAR TIDAKLAH HARUS BERALASAN BAHWA SEMUA TERGANTUNG DARIMU. MAAFKAN AKU SELAMA INI, AMPUNI AKU SELAMA INI MENGANGGAP BAHWA DIRIKU SUDAH DEKAT DENGANMU !"

Beliau tutup doa dengan perasaan berat yang semakin dalam dari awal ia berniat seperti itu ('mengkhatamkan' ibadah sholat lailnya). Beliau berbaring dengan pemikiran menerawang hingga ia tak mengetahui kapan ia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah. Seakan ia melihat suatu Padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan, dan puluhan ribu, atau mungkin jutaan makhluq cahaya duduk diatas betisnya sendiri dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau mencoba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh, tidak mampu, kepalanya dan matanya tidak mampu memandang dengan menengadah.

Beliau hanya dapat melihat para makhluq yang duduk dihadapan Sesuatu Yang Dahsyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan;

"Bagaimana hamba-KU si Fulan, hai Malaikat-KU?" 

Nama yang tidak dikenalnya. Seorang berdiri dengan tubuh gemetar karena takut, dan bersuara dengan lirih,
"Subhanaka yaa Maalikul Quddus, Engkau lebih tahu keadaan hamba-MU itu. Dia mengatakan demikian : 
"Wahai ALLAH yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan diriku yang sempurna ini. Karena ENGKAU tidak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tidak akan meminta dan sholat lagi kepada-MU, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah terus beralasan bahwa semua tergantung dari-MU. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahwa diriku sudah dekat dengan-MU !"
"Ampuni dia yaa Al 'Aziiz, yaa Al Ghofuurur Rohiim!"

Tersentak beliau, "itu... kata-kataku semalam ...celaka", pikirnya. Kemudian terdengar suara lagi :

"Sayang sekali, padahal AKU sangat menyukainya, sangat mencintainya, 
dan AKU paling suka melihat wajahnya yang terpendam menangis, 
bersimpuh dengan menengadahkan tangannya yang gemetar kepada-KU, 
dengan bisikan-bisikan permohonannya kepada-KU, 
dengan pemintaan-permintaannya kepada-KU, 
sehingga tak ingin cepat-cepat KU-kabulkan apa yang hendak AKU berikan kepadanya agar lebih lama dan sering AKU memandang wajahnya, 
AKU percepat cinta-KU padanya dengan AKU bersihkan ia dari daging-daging haram badannya dengan sakit yang ringan. 
AKU sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat AKU ambil putranya, 
disaat KU-beri ia cobaan tak pernah KU dengar keluhan-kesal dan menyesal di mulutnya. 
AKU rindu kepadanya, rindukah ia kepada-KU, hai malaikat-malaikat-KU ?"

Suasana hening, tak ada jawaban. Menyesallah beliau atas pernyataannya semalam, ingin ia berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suara tak terdengar, bising dalam hatinya karenanya. "Ini aku Yaa Robbi, ini aku. Ampuni aku yaa Robbi, maafkan kata-kataku !" semakin takut rasanya ketika tidak tampak mereka mendengar, mengalirlah air matanya terasa hangat di pipinya. Astaghfirullah !! Terbangun ia, dari mimpi.

Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu', kembali ia sholat dengan bertambah panjang dari biasanya, kembali ia bermunajat dan berbisik-bisik dengan Al-Kholiq dan berjanji tak akan lagi ia ulangi sikapnya malam tadi selama-lamanya. "...Yaa Allah, Yaa Robbi jangan Engkau ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku hamba-Mu yang tidak pintar berkata manis, datang dengan berlumuran dosa dan segunung masalah dan harapan, apapun dari-Mu asal Engkau tidak membenciku aku rela...Yaa Allah, aku rindu pada-Mu..."


.................

______________________
Semoga menambah keimanan dan ketekunan kita dalam mengerjakan qiyamul lail...amiin.

Sumber:
BERANDA KITA, Artikel Islami, Hamparan Sajadah

Jundurrohman;Beranda Kita

Celoteh Fursan 02

Awan mendung yang berarak kedinginan,, Lautan keruh yang bergelora kecewa,, Bayu nan lembut yang berhembusan kesedihan,, Kini jadi taufan kehilangan haluan,,

----

Sekian lama daku mencari bahagia,, Namun tiada ku semukanya di mana,, Jalanan ku tempuh penuh duri,, Beginikah suratan hidupku ditentukan,, — di Gaza Street.

----

Mengaduh pada angin,akan bayu yg berbisik, tentang guruh yg menggelegar, dan teriknya sang surya, bilakah kaki langit meneteskan rahmat-Nya..?

----

Mau diri menggapai bunga,, apalah daya ranting pun tak sampai,, dahan patah haluan,, cabang rentak alurnya,, aih paraulah..

----

Bukankah hidup adalah perhentian,tak harus kencang terus berlari,kuhelakan nafas panjang,tuk siap berlari kembali, melangkahkan kaki, menuju cahaya...

----

Ganjaran tertinggi untuk usaha seseorang bukanlah apa yg mereka dapatkan dari usahanya, melainkan perubahan diri mereka akibat usaha itu...

----

Introspeksi dan bermuhasabahlah,, berapa banyak doa kita yg tidak dan belum dikabulkan Allah? Mungkin hal itu antara lain karena harta yg diperoleh dengan cara yg tidak diridhoi Allah?

----

Sekian lama liat dalam gelap,perlahan secuil cahaya, menggeliat manja, namun indah, mengundang mentari hinggapi bumi,, insyaallah

----

Jiwa itu diliputi dengan kesombongan,semangat dan dengki,, barangsiapa yg dikehendaki Allah untuk hancur maka Dia mencegahnya untuk memiliki tawadhu,nasehat dan qona'ah...

----

Nanohanaya tsuki wa higashi ni hi wa nishi ni...
Betapa indahnya bunga kuning dipadang liar,rembulan berada dilangit timur,mentari terbenam dilangit barat

----

Tertata dalam doa,, tertata diantara cinta,, luka-derita-air mata,, hanya sementara,, selama asa membaja,, bahagia kan berjaya...

----

___________________________________
Fursan Allail

Penampkan Asli Fursan

Bening hati 01

Kita sering menangis..
tapi kita tak tau apa makna yaang kita tangisi...
sering kita tertawa..
tapi kita tak tau apa makna yang kita tertawakan....

Padahal....alangkah begitu banyak nya ilmu dan pengalaman yang sangat bermakna di balik segala tawa dan tangis yang hadir ke hadapan kita...

sebagai kunci kedewasaan diri menuju pada kekaya jiwa....
jika kita mau belajar untuk memahami nya...!!!
Abdul Aziz Ar-Ra'uuf
 
"Tidak ada jalan bagi kesombongan untuk menjadi mulia.Kemuliaan, ketinggian hanyalah milik orang yg tawadhu"

Laa ilaaha illa anta,subhaanaka innii kuntu minadz dzoolimiin.

Duhai yg Maha Mendengar,ampuni jikalau slm ini kami trmasuk amat sombong dlm pandanganMu.
Ampuni jikalau kami sering membesar-2kan diri kami & meremehkan keagunganMu.
Ampuni jika kami sering mendustakan kebenaranMu.
Ampuni jikalau kami meremehkan agamaMu ya Allah.
Ampuni jikalau Engkau saksikan kami enggan menerima nasehat..
Abdul Aziz Ar-Ra'uuf
 
“Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan. Sebab tiap sesuatu yang tumbuh tetapi tidak di tanam, maka tidak sempurna hasil buahnya.”

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang merendah diri, maka Allah akan memuliakannya. Dan siapa yang sombong, besar diri, Allah akan menghinanya.”
Abdul Aziz Ar-Ra'uuf
 
Menurut Imam al-Ghazali,sombong adalah kondisi jiwa dimana orang merasa dirinya hebat,lebih baik,lebih pintar,lebih besar & lebih kuat dr orang lain.

Akibat dari perasaan lebihnya itu,ia akan merendahkan orang lain.seseorang yg merasa memiliki kelebihan akan memandang dirinya paling tahu & paling pintar,sehingga sgl sesuatu yg bertentangan dgn keinginannya akan disingkirkan meskipun benar.

Rasulullah SAW bersabda “Kesombongan itu adalah menolak kebenaran & merendahkan orang lain”.(HR Muslim)
 Abdul Aziz Ar-Ra'uuf
 
"Nasehat Lukman Al Hakim Pada Anaknya"

"Anakku,sepanjang hidupku aku berpegang pd 8 wasiat para nabi adalah:

1.Jika kau beribadah pada Allah,jagalah pikiranmu baik-2.
2.Jika kau berada dirumah orang lain,maka jagalah pandanganmu.
3.Jika kau berada ditengah-2 majelis,jagalah lidahmu.
4.Jika kau hadir dlm jamuan makan,jagalah perangaimu.
5.Ingatlah Allah selalu.
6.Ingatlah maut yg akan menjemputmu
7.Lupakan budi baik yg kau kerjakan pd orang lain.
8.Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.
Abdul Aziz Ar-Ra'uuf
 
Air mata adakalanya penyubur hati, penawar duka.
Adakalanya buih kekecewaan yang menghimpit perasaan dan kehidupan ini.

Setetes air mata karena takut kepada Allah melebihi permata nilainya.
Gemerlapnya terpancar dari segala arah dan penjuru.

Penghuni syurga ialah mereka yang banyak mencucurkan air mata karena Allah dan Rasulnya bukan semata karena harta dan kedudukan atau pun urusan dunia lainnya....
Abdul Aziz Ar-Ra'uuf
 
RENUNGKANLAH
"WAKTU"
Sehari ada 24 jam
Seminggu ada 7 hari
Sebulan ada 30 hari
Setahun ada 12 bulan

Apkah yg tlah kta krjakan slma ini?
Apkh slma ini kta hnya mmbuka aib org?
Apkh slma ini kta mrampok hak2 saudara kt?
Apkh slma ini kta mmbanggakan diri kt d hdapan org?

SadarlAh wahai manusia

Seiring dngan brtmbhnya usia kita.smkin mndekati ajal kita
Pergunakanlh wktu sbaik2nya untk bekal di hari akhirmu kelak..
Abdul Aziz Ar-Ra'uuf
 
Dari mata yang redup merenung hari akhirat yang di rasakan dekat, mengalirkan air mata insaf mengharap kemenangan.

Tangis adalah air kehidupan. Kehidupan di mulai dengan tangis, di selingi oleh tangis dan di akhiri dengan tangis.

Manusia senantiasa dalam dua tangis.
Sabda Rasulullah s.a.w : "Ada 2 titisan yang Allah cintai, pertama titisan darah para syuhada dan titisan air mata yang jatuh karena takutkan Allah."
Abdul Aziz Ar-Ra'uuf
 
Jika kita menyadari..!!
betapa kesombongan itu akan memporak porandakan benteng pertahanan keimanan kita dan menjadi sebuah penyesalan yang tiada akhir...

Niscaya...kegagalan pertama akan menjadikan pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga dan yang terbaik sebagai pendewasaan diri bagi hidup kita, agar tidak terpuruk pada lobang yang sama di kemudian hari....

"Seorang Mukmin Sejati tak pernah masuk dua kali pada lobang yang sama"
Abdul Aziz Ar-Ra'uuf
 
JADIKANLAH KEIKHLASAN SEBAGAI ALAS TIDURMU. . .

SELIMUTI DIRIMU DGN KESABARAN. . .


Sahabat fillahku met mlm semuanya and met Istirahat semoga Allah selalu menjaga mu lahir batin di sepanjang tidur mu...

dan menjadikan istirahat mu sebagai ibadah yang memperoleh keberkahan di dalam istirahat mu....
mimpi yang indah Insya Allah. See U Tomorrow..

MODAL PERTAMA DALAM MEMULAI BISNIS ADALAH DIRI ANDA SENDIRI

Jika uang adalah modal yang paling penting, mengapakah tidak semua anak orang kaya berhasil?

Jika kemiskinan adalah penjara yang tak berpintu keluar, mengapakah banyak pribadi yang besar dan berhasil hari ini adalah putra dan putri dari keluarga-keluarga yang kekurangan dan bahkan miskin?

Dua hal yang utama dalam diri kita yang menjadikan kita bernilai bagi orang lain, dan yang kemudian menjadi modal utama untuk memulai bisnis Anda sendiri adalah:

1. DIRI ANDA
2. YANG ANDA KERJAKAN

Yang pertama, DIRI ANDA

Ada orang yang racikan sikap dan sifatnya, penampilan dan cara membawa dirinya, kualitas dari pemikirannya, dan yang sudut pandangnya menjadi keuntungan bagi orang lain.

Sehingga, hanya dengan menjadi diri Anda sebagaimana adanya – saja, telah cukup untuk menjadikan Anda pebisnis yang kehadirannya akan dihargai dan dihargai lebih tinggi dengan semakin meningkatnya kualitas pribadi Anda.

Yang kedua, YANG Anda KERJAKAN

Yang bisa Anda kerjakan untuk meringankan beban kehidupan orang lain, yang bisa menggembirakan mereka, yang bisa membebaskan mereka dari kesulitan dan kesalah-pengertian yang mengerdilkan kehidupan, yang bisa membantu mereka menghasilkan penjualan lebih besar, yang bisa membantu mereka menghemat biaya, yang bisa meningkatkan hasil dari jumlah biaya yang sama, dan semua hal yang bisa Anda lakukan untuk menguntungkan orang lain, ADALAH modal utama kedua setelah diri Anda sendiri.

Maka,

Perhatikanlah diri Anda dengan kesyukuran yang lebih dalam.

Berlakulah lebih menghormati diri Anda sendiri.

Damaikanlah diri Anda untuk mengenali kualitas-kualitas dalam diri Anda dan yang dapat Anda kerjakan, yang bisa menjadi sebab bagi tercapainya kebaikan bagi orang lain.

Dan segera setelah itu, Anda akan menjadi pribadi yang lebih positif, yang lebih bergembira, dan berharapan baik mengenai peran Anda dalam hubungan baik dengan orang lain dan dalam perniagaan.

Saya mendoakan agar Tuhan membeningkan hati dan menjernihkan pikiran Anda, agar Anda segera mengenali kebesaran potensi yang ada di dalam diri Anda dan yang dapat Anda sebabkan dengan yang bisa Anda lakukan.

Sahabat saya yang baik hatinya,

Begitu dulu ya?

Mohon Anda sampaikan masukan dan pertanyaan Anda di sini, agar sesama Super Members dapat saling memberikan masukan baik, dan siapa tahu Anda saling menemukan satu sama lain sebagai partner bisnis yang jujur dan amanah.

Terima kasih dan salam super,

___________________________
Mario Teguh, SM 1
Founder | MTSuperClub | A Friend For Your Success | Jakarta

Jalan keluar bagi kesulitan

Jalan keluar bagi kesulitan para sahabatmu adalah pembuka pintu keluar dari kesulitanmu.

Apakah engkau terlalu gelisah tentang kesulitanmu sendiri, dan apakah engkau mengira bahwa hanya engkau yang memiliki masalah?

Apakah kekhawatiranmu tentang dirimu sendiri telah membuatmu mengabaikan kebutuhan bantuan bagi sahabatmu yang lebih lemah daripada mu?

Cobalah sebentar untuk lebih perduli kepada mereka yang sesungguhnya bisa kau bantu, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Mario Teguh

Celoteh Fursan



Bagai kaca yang memerangkapi cahaya.....
Terlupa wajah asal sebenar.....
Begitulah diri hamba..... — di Jalur Gaza.

 

bertanya pada hening,,,akan kepompong,,,yang tak jua berubah,,,menjadi kupu-kupu...
 

telah kujadikan kau foto profilku, pertanda perjuangan tiada henti baru saja dimulai,, -don't give up so easily- itu semboyanmu, diatas bukit selalu ada puncak baru,,,
 

berjalan di titian kodrat, apa yg harus kita katakan, jika berharap, Dia menentukan...
 

cinta adalah sesuatu yg menakjubkan,kamu tdk perlu mengambilnya dari seseorang untuk memberikannya kepada orang lain.kamu selalu memilikinya lebih dari cukup untuk diberikan kpd orang lain
 

diatas kesulitan-kesulitan yg kita hadapi dilapangan perjuangan,ada janji-janji Allah yg sangat menggiurkan...
 

mungkin kau tercipta tuk pergi,meski bayangmu dibenak abadi, saat ini dirimu telah pergi,berdiri kumenanti kau kembali...
 

jurang curam menghadangku,getarkan jiwa,, dan pekatnya kegelapan datang melanda,, keraguan kini menjelma didada, musnahkan sgala asa,,
 

Tangga Kemenanganmu


Kadang engkau terlalu yakin dengan apa yang engkau dapatkan hari ini 
Dan itu engkau jadikan suatu kemenangan yg paling berharga dalam dirimu
Sedangkan engkau tak melihat, dari mana dan bagai mana engkau mendapatkan kemenangan itu.

Lalu pernahkah engkau bertanya ??
Siapa dan seperti apa orang yg telah rela berjuang untukmu ??
Untuk menjadi tanggamu dalam meraih kemenangan ??




___________________
Selasa, 13 September 2011 pukul 20:19 on Facebook Abdul Aziz Ar-Ra'uuf

KISAH HARU SYAIKH BIN BAZ DENGAN SEORANG PENCURI

Kisah ini benar-benar mengharukan dan layak dijadikan bahan renungan. Seorang yang telah melakukan kesalahan, tidaklah ia berbuat salah melainkan karena sebuah alasan hidup.
Mampukah Kita memaafkan seorang pencuri yang masuk ke dalam rumah kita ?
Bahkan kita memberi kasih sayang kepada sang pencuri ?
Seorang Ulama Besar mampu memberi kan itu semua karena mengharap cinta Allah yang Maha Besar dan Maha Luas.

Inilah kisahnya :
Salah seorang murid Syaikh ‘Ibn Utsaimin rahimahullah menceritakan kisah ini kepadaku. Dia berkata: “Pada salah satu kajian Syaikh Utsaimin rahimahullah di Masjidil Haram, salah seorang murid beliau bertanya tentang sebuah masalah yang didalamnya ada syubhat, beserta pendapat dari Syaikh Bin Baz rahimahullah tentang masalah tersebut. Maka Syaikh Utsaimin menjawab pertanyaan penanya serta memuji Syaikh bin Baz rahimahullah. Di tengah-tengah mendengar kajian, tiba-tiba ada seorang lelaki dengan jarak kira-kira 30 orang dari arah sampingku kedua matanya mengalirkan air mata dengan deras, dan suara tangisannyapun keras hingga para muridpun mengetahuinya.

Di saat Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah selesai dari kajian, dan majelis sudah sepi aku melihat kepada pemuda yang tadi menangis. Ternyata dia dalam keadaan sedih, dan bersamanya sebuah mushhaf. Akupun lebih mendekat hingga kemudian aku bertanya kepadanya setelah kuucapkan salam: “Bagaimana kabarmu wahai akhi, apa yang membuatmu menangis?”

Maka diapun menjawab dengan bahasa yang mengharukan: “Jazakallahu khairan.” Akupun mengulangi pertanyaanku sekali lagi: “Apa yang membuatmu menangis akhi?” Diapun menjawab dengan tekanan suara yang haru: “Tidak ada apa-apa, sungguh aku telah ingat Syaikh bin Baz, maka akupun menangis.” Kini menjadi jelas bagiku dari penuturannya bahwa dia dari Pakistan, sedang dia mengenakan pakaian orang Saudi.

Dia meneruskan keterangannya: “Dulu aku mempunyai sebuah kisah bersama Syaikh bin Baz rahimahullah, yaitu sepuluh tahun yang lalu aku bekerja sebagai satpam pada salah satu pabrik batu bata di kota Thaif. Suatu ketika datang sebuah surat dari Pakistan kepadaku yang menyatakan bahwa ibuku dalam keadaan kritis, yang mengharuskan operasi untuk penanaman sebuah ginjal. Biaya operasi tersebut membutuhkan tujuh ribu Riyal Saudi (kurang lebih 17,5 juta Rupiah). Jika tidak segera dilaksanakan operasi dalam seminggu, bisa jadi dia akan meninggal. Sedangkan beliau sudah berusia lanjut.

Saat itu, aku tidak memiliki uang kecuali seribu Riyal, dan aku tidak mendapati orang yang mau memberi atau meminjami uang. Maka akupun meminta kepada perusahaan untuk memberiku pinjaman, Mereka menolak, Aku menangis sepanjang hari. Dia adalah ibu yang telah merawatku dan tidak tidur karena aku.
Pada situasi yang genting tersebut, aku memutuskan untuk mencuri pada salah satu rumah yang bersebelahan dengan perusahaan pada jam dua malam. Beberapa saat setelah aku melompati pagar rumah, aku tidak merasa apa-apa kecuali para polisi tengah menangkap dan melemparkanku ke mobil mereka. Setelah itu duniapun terasa menjadi gelap.

Tiba-tiba, sebelum shalat subuh para polisi mengembalikanku ke rumah yang telah kucuri. Mereka memasukkanku ke sebuah ruangan kemudian pergi. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghidangkan makanan seraya berkata: “Makanlah, dengan membaca bismillah!” Aku pun tidak mempercayai apa yang tengah kualami. Saat adzan shalat subuh, mereka berkata kepadaku, “Wudhu’lah untuk shalat!” Saat itu rasa takut masih menyelimutiku. Tiba-tiba datang seorang lelaki yang sudah lanjut usia dipapah salah seorang pemuda masuk menemuiku. Kemudian dia memegang tanganku dan mengucapkan salam kepadaku seraya berkata: “Apakah engkau sudah makan?” Akupun menjawab: “Ya, sudah.” Kemudian dia memegang tangan kananku dan membawaku ke masjid bersamanya. Kami shalat subuh. Setelah itu aku melihat lelaki tua yang memegang tanganku tadi duduk di atas kursi di bagian depan masjid, sementara jama’ah shalat dan banyak murid mengitarinya. Kemudian syaikh tersebut memulai berbicara menyampaikan sebuah kajian kepada mereka. Maka akupun meletakkan tanganku di atas kepalaku karena malu dan takut.

Ya, Alloh, apa yang telah aku lakukan? Aku telah mencuri di rumah Syaikh bin Baz rahimahullah. Sebelumnya aku telah mendengar nama beliau, dan beliau telah terkenal di negeri kami, Pakistan.

Setelah Syaikh bin Baz selesai dari kajian, mereka membawaku ke rumah sekali lagi. Syaikh pun memegang tanganku, dan kami sarapan pagi dengan dihadiri oleh banyak pemuda. Syaikh mendudukanku di sisi beliau. Di tengah makan beliau bertanya kepadaku: “Siapakah namamu?” Kujawab: “Murtadho.” Beliau bertanya lagi: “Mengapa engkau mencuri?” Maka aku ceritakan kisah ibuku. Beliau berkata: “Baik, kami akan memberimu 9000 Riyal.” Aku berkata kepada beliau: “Yang dibutuhkan Cuma 7000 Riyal.” Beliau menjawab: “Sisanya untukmu, tetapi jangan lagi mencuri wahai anakku.”

Aku mengambil uang tersebut, dan berterima kasih kepada beliau dan berdoa untuk beliau. Aku pergi ke Pakistan, lalu melakukan operasi untuk ibuku. Alhamdulillah, beliau sembuh. Lima bulan setelah itu, aku kembali ke Saudi, dan langsung mencari keberadaan Syaikh bin Baz rahimahullah. Aku pergi rumah beliau. Aku mengenali beliau dan beliaupun mengenali aku. Kemudian beliaupun bertanya tentang ibuku. Aku berikan 1500 Riyal kepada beliau, dan beliau bertanya, “Apa ini?” Kujawab: “Itu sisanya.” Maka beliau berkata: “Ini untukmu.” Kukatakan: “Wahai Syaikh, saya memiliki permohonan kepada anda.” Maka beliau menjawba: “Apa itu wahai anakku?” Kujawab: “Aku ingin bekerja pada anda sebagai pembantu atau apa saja, aku berharap dari anda wahai Syaikh, janganlah menolak permohonan saya, mudah-mudahan Alloh menjaga anda.” Maka beliau menjawab: “Baiklah.” Akupun bekerja di rumah Syaikh hingga wafat beliau.

Selang beberapa waktu dari pekerjaanku di rumah Syaikh, salah seorang pemuda yang mulazamah kepada beliau memberitahuku tentang kisahku ketika aku melompat ke rumah beliau hendak mencuri di rumah Syaikh. Dia berkata: “Sesungguhnya ketika engkau melompat ke dalam rumah, Syaikh bin Baz saat itu sedang shalat malam, dan beliau mendengar sebuah suara di luar rumah. Maka beliau menekan bel yang beliau gunakan untuk membangunkan keluarga untuk shalat fardhu saja. Maka mereka terbangun semua sebelum waktunya. Mereka merasa heran dengan hal ini. Maka beliau memberitahu bahwa beliau telah mendengar sebuah suara. Kemudian mereka memberi tahu salah seorang menjaga keamanan, lalu dia menghubungi polisi. Mereka datang dengan segera dan menangkapmu. Tatkala Syaikh mengetahui hal ini, beliau bertanya: “Kabar apa?” Mereka menjawab: “Seorang pencuri berusaha masuk, mereka sudah menangkap dan membawanya ke kepolisian.” Maka Syaikhpun berkata sambil marah: “Tidak, tidak, hadirkan dia sekarang dari kepolisian, dia tidak akan mencuri kecuali dia orang yang membutuhkan.”

Maka di sinilah kisah tersebut berakhir. Aku katakan kepada pemuda tersebut: “Sungguh matahari sudah terbit, seluruh umat ini terasa berat, dan menangisi perpisahan dengan beliau. Berdirilah sekarang, marilah kita shalat dua rakaat dan berdoa untuk Syaikh rahimahullah.

Mudah-mudahan Alloh merahmati Syaikh bin Baz dan Ibnu Utsaimin dan menempatkan keduanya di keluasan surga-Nya. Amiin.

Di kutip dari Majalah Qiblati edisi 02 tahun III (11-2007M / 10-1428H)
_______________
Sumber: http://metafisis.wordpress.com/

Mengharukan Kisah Nabi Muhammad S.A.W Menjelang Ajal

Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku." 
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala nitu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. 
Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. 
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. 
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"."Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. 
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. " Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. 
Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang."Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. 
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya."Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku" 
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa'alaihi wasahbihi wasallim. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. 
Usah gelisah apabila dibenci manusia kerana masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana tiada lagi yang mengasihmu di akhirat kelak.

_____________________________________________
Sumber: http://www.ikadanewsonline.com/2011/09/mengharukan-kisah-nabi-muhammad-saw.html

Serahkan Pada Tuhan

Adikku yang tidurnya sering tak lelap,

Malam ini rebahkanlah badanmu yang letih itu, dan serahkanlah yang tak bisa kau kerjakan kepada Tuhan.

Janganlah berserah, tapi masih mengkhawatirkan yang sudah kau serahkan kepada-Nya.

Kapankah Tuhan akan seutuhnya kau percayai, jika engkau tak henti mengatur apa yang akan dilakukan oleh-Nya?

Bisikkanlah,

Tuhan ... bebaskanlah pikiranku dari kekalutannya, dan merdekakanlah hatiku dari kekhawatirannya.

Lelapkanlah kekasih-Mu yang letih ini.

Aamiin

Mario Teguh

Syair Imam Syafi’i

Imam Syafi’i Rahimahullah berkata:

عَلَيْكَ بِتَقْوَى اللهِ إِنْ كُنْتَ غَافِلاً          يَأْتِيْكَ بِالْأَرْزَاقِ مِنْ حَيْثُ لاَتَدْرِيْفَكَيْفَ

تَخَافُ الْفَقْرَ وَاللهُ رَازِقًا          فَقَدْ رَزَقَ الطَّيْرَ وَالْحُوْتَ فِى الْبَحْرِ

وَمَنْ ظَنَّ أَنَّ الرِّزْقَ يَأْتِيْ بِقُوَّةٍ            مَا أَكَلَ الْعُصْفُوْرُ شَيْئًا مَعَ النَّسْرِتَزُوْلُ عَنِ الدُّنْيَا فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِيْ      إِذَا جَنَّ عَلَيْكَ اللَّيْلُ هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِفَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ      وَكَمْ مِنْ سَقِيْمٍ عَاشَ حِيْنًا مِنَ الدَّهْرِ

وَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا    وَأَكْفَانُهُ فِى الْغَيْبِ تُنْسَجُ وَهْوَ لاَ يَدْرِيْ

فَمَنْ عَاشَ أَلْفًا وَأَلْفَيْنِ        فَلاَ بُدَّ مِنْ يَوْمٍ يَسِيْرُ إِلَى الْقَبْرِ

----------

Bertakwalah kepada Allah jika kamu lalai
Niscaya Dia memberimu rezeki dari jalan yang tidak kamu ketahui

Bagaimana kamu takut kefakiran padahal Allah pemberi rezeki
Dia memberi rezeki kepada burung dan ikan di laut bahari

Barangsiapa menyangka bahwa kekuatan mendatangkan rezeki
Tentu burung pipit kalah dengan burung elang tidak mendapat rezeki

Kamu pasti akan meninggalkan dunia dan kamu tidak mengetahui
Apabila malam tiba apakah kamu akan tetap hidup sampai besok pagi

Berapa banyak orang sehat yang meninggal tanpa sakit lagi
Berapa banyak orang sakit yang tetap hidup bertahun-tahun lagi

Berapa banyak anak muda yang tertawa-tawa ketika sore dan pagi
Padahal kain kafannya sedang dijahit sedang dia tidak menyadari

Barangsiapa dapat hidup seribu atau dua ribu tahun lagi
Ia akan mendatangi kubur dan itu sudah pasti


-----------




Sumber: http://meilana.wordpress.com

"Sungguh berbahagialah insan yang sentiasa memberi santapan kepada jiwanya, sebagaimana ia memberi santapan kepada raganya."

Kisah Polisi Menilang Sahabatnya

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.

Prit!

Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.
Hati Jono agak lega.
Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai, Jon.” Tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.
Istri saya sedang menunggu di rumah.”
“Oh ya?”
Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.

“Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”

Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.

“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.”

Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

“Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”

Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.

“Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)”.

Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan… ….

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.

♥ Semoga bisa diambil hikmahnya ♥

Admin: Anita K

Hati Seorang Ayah


 بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Suatu ketika ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja ia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut dan badannya yang mulai membungkuk disertai suara batuknya yang khas.

Anak perempuan itu bertanya kepada ayahnya: "ayah, kenapa wajah ayah kian berkerut dan badan ayah kian hari kian membungkuk?" Demikian pertanyaannya ketika ayahnya sedang santai di beranda.

Si ayah menjawab, "karena aku lelaki".

Anak perempuan itu berkata sendirian "aku tidak mengerti", dengan kening berkerut karena jawaban ayahnya membuat hatinya bingung dan tidak mengerti.

Ayahnya hanya tersenyum, dipeluk dan dibelainya rambut anaknya sambil menepuk bahunya dan berkata, "anakku kamu memang belum mengerti tantang lelaki". Demikian bisik sang ayah yang membuat anaknya bertambah bingung.

Karena perasaan ingin tahu ia mendapatkan ibunya lalu bertanya, "Ibu, mengapa wajah yah kian berkerut dan badan ayah kian hari kian membungkuk? Dan spertinya ayah mengalaminya tanpa ada keluhan atau rasa sakit ?"

Ibunya menjawab, "Anakku, jika memang seorang lelaki bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian".

Hanya itu jawaban si ibu dan anak itupun kemudian tumbuh dan menjadi dewasa, tapi ia tetap masih mencari-cari jawaban, kenapa wajah ayahnya yang tampan berubah menjadi berkerut dan badanya membungkuk ? Hingga suatu malam ia bermimpi, dan di dalam mimpinya ia seolah-olah mendengar suara yang lembut dan kata-katanya terdengar dengan jelas, itu ternyata rangkaian jawaban pertanyaannya selama ini yang selalu ia cari.

"Saat kuciptakan lelaki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga, serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga tersebut, dan ia senantiasa akan berusaha menahan setiap ujungnya agar keluarganya senantiasa merasa aman, teduh dan terlindungi.

Kuciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat untuk melindungi seluruh keluarganya.

Kuberi kemauan kepadanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, walaupun seringkali ia mendapat cercaan dari anak-anaknya.

Kuberikan keperkasaan dan mental baja yang akanmembuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya ia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya ia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan terhembus angin, ia relakan tenaga perkasanya demi keluarganya dan yang selalu dia ingat adalah disaat semua keluarganya menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil jerih payahnya.

Kuberikan kesabaran, ketekunan dan kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa ada keluh kesah. Walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan seringkali menerpanya.

Kuberikan perasaan kuat dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, di dalam suasana dan situasi apapun, walaupun tidak jarang anak-anaknya melukai perasaannya dan hatinya.

Padahal perasaannya itu pulalah yang telah memberikan rasa aman disaat anak-anaknya tertidur lelap, serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anaknya agar selalu saling mengasihi dan menyayangi sesama saudara.

Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan kepadanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran kepada anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, bahkan seringkali ditentang dan ditolak oleh anak-anaknya.

Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran bahwa istri yang baik adalah istri yang setia terhadap suaminya, istri yang baik adalah istri yang selalu menemani dan bersama-sama menjalani perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaanya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada istri, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi dan saling mengasihi.

Kuberikan kerutan di wajahnya agar menjadi bukti, bahwa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup di dalam keluarga bahagia dan badannya yang bungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai lelaki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga dan segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya.

Kuberikan kepada lelaki tanggung jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan sebaik-baiknya, dan hanya inilah kelebihan yang hanya dimiliki oleh lelaki. Walaupun sebenarnya amanah ini adalah di dunia dan di akhirat."

Terkejut si anak dari tidurnya dan segera ia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu ia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.

"AKU MENDENGAR DAN MERASAKAN BEBANMU, AYAH"

Sahabat, bila ayah Anda masih hidup jangan pernah sia-siakan dirinya, buatlah hatinya selalu tersenyum dan gembira.
Namun bila sang Ayah telah tiada jangan putuskan tali silaturahim yang telah dirintisnya, dan doakan agar Allah selalu menjaganya dengan sebaik-baiknya.

(sumber: conectique.com)

I LOVE YOU DAD 

Keep Smile ^____^

Ya... ALLAH ..
I Want To Be A Perfect Muslim 

.¤*¨¨*¤.¸¸.¤*¨¨*¤.¸¸.
\¸..Allahu Akbar.¸¸.
.\¸.¤*¨¨*¤.¸¸.¤*¨¨*¤.¸¸.
...\
☻/... 
/▌....
/ \......

★  *  ★   *★   *   ★ *  ★

Silakan mau Tag/Share/Copy note Dari page kami, Dengan senang hati jika ber manfa'at 

─────▄█▀█▄──▄███▄
────▐█░██████████▌
─────██▒█████████
──────▀████████▀
─────────▀██▀♥